- Kakakku Kekasihku -

Rabu, 31 Maret 2010

Akhirnya setelah duduk di kereta selama delapan jam, aku sampai juga di kota ini. Kota yang sama sekali tak ingin aku datangi lagi. Sebenarnya kalau boleh memilih aku gag mau kembali ke kota ini, tapi karena keadaan, aku terpaksa kembali ke kota ini.

♪♫ Memang kita tlah jauh rasanya Memang kita sudah tak bersama ♪♫

“siapa sih yang telfon???” runtukku.

segera kuambil hp yang kuletakkan di dalam tasku. Tertera nama budheku disana.

“hallo budhe…”

“hallo ra, kamu sudah sampai mana???” kata orang di seberang

“aku sudah sampai stasiun kok budhe, ini baru aja nyampek.” jawabku

“ya sudah, tunggu disana dulu ya, nanti kakakmu budhe suruh jemput kamu.”

“gag usah deh budhe aku naik angkot aja.” Tolakku. Aku udah berjanji bahwa aku gag akan ngerepotin orang lain disini.

“sudahlah, jangan bantah perkataan budhe, budhe gag mau kamu kenapa-napa, nanti kalau kamu kenapa-napa khan budhe juga yang repot.”

“iya deh budhe…” kataku akhirnya.

“ya sudah, kalau kakakmu belum datang, jangan kemana-mana ya…”

“iya budhe…”

“assallamualaikum”

“wa’allaikumsallam”

Ku masukkan hpku ke dalam tas, dan melihat sekeliling apakah ada sisa bangku kosong yang bisa kududuki.

***

“hae ra… lama ya nunggunya???” Tanya kakakku sanbil mencium keningku. Hal itu memang sering dia lakukan, jadinya aku udah terbiasa dengan semua itu dan gag ngerasa canggung lagi.

“hae juga kak… ahk gag kuk.” Kataku sambil tersenyum

“gimana tadi perjalanannya, nyenengin gag???” Tanya kakak sepupuku sambil membantuku membawakan barang bawaanku

“nyenengin apanya??? Ngebosenin ce iya” kataku sambil sedikit memanyunkan mulutku

“hahahahaha… dasar kamu ini, dari dulu gag berubah ya.” katanya sambil mengelus rambutku.

Aku hanya tersenyum sambil memandangnya. Kakak sepupuku ini orangnya baik banget, dia sayang banget sama aku. Bukannya aku ge-er, tapi dari caranya memperlakukan aku itu sudah kelihatan kalau dia sayang banget sama aku. Dia ini sebenarnya cakep, tapi gag tau kenapa sampai sekarang dia gag punya pacar alias jomblo gthu lo… (hehe^_^) kalau saja dia bukan kakak sepupu aku, pasti udah aku pacarin (hehe ^_^) soalnya sebenernya aku suka banget sama dia. Yach… tapi karna dia saudara aku dan gag mungkin juga dia suka sama aku, makanya aku buang jauh-jauh rasa sukaku itu.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya aku sampai juga dirumah pakdheku. Sudah lama banget aku gag pernah maen kesini. Karena memang sejak kejadian waktu itu aku gag pernah balik ke kota ini lagi.

“assallammualaikum…” kami berdua mengucapkan salam bersamaan

“wa’allaikumsalam…” jawab budheku

“sampai juga kamu nduk. Gimana tadi perjalanannya???” Tanya pakdheku

“ya gthu deh pakdhe.” Jawabku sambil mencium tangan pakdhe dan budheku.

“kamu pasti capek ya, kalau begitu sekarang kamu mandi dulu, setelah itu kamu istirahat saja ya.” Kata budheku

“oh ya Yan. Bawain itu barang adikmu ke kamarnya…” kata budheku lagi

Setelah itu aku segera menaruh barangku di kamar yang sudah disediakan untukku, tentu saja dibantu kakakku. Lalu aku mandi dan beristirahat, karena aku udah capek banget setelah duduk selama delapan jam di kereta tadi.

***

Pagi ini rencananya aku akan pergi ke kampusku untuk melihat barang-barang apa saja yang harus aku bawa untuk persiapan mosku besok, dan setelah itu aku akan pergi ke pasar besar untuk mencari barang-barang yang ku butuhkan.

“kaaakkkk… kak Wayan…” teriakku sambil mencari-cari kakak kesayanganku ini.

“ada apa sih teriak-teriak githu. Gag usah teriak-teriak kakak juga denger kok”

“hehe… iya iya map. Eh anterin aku ke kampus dunkz kak”

“gag ahk, berangkat aja ndiri” katanya sambil beranjak pergi

“ayolah kakakku yang paling baik, kakak kan cakep harus mau dunkz nganterin adiknya yang cantik ini. Ntar kalau adiknya yang cantik ini kenapa-napa gimana…??? Kakak nyesel lo ntar…” kataku merayu

“hmmm… iya iya adikku yang paling bawel. Tapi kakak mandi dulu iya” jawabnya sambil mencubit pipiku

“aduhhh… iya iya… sana cepetan, pokoknya gag pake’ lama iya” kataku sambil memegangi pipiku yang terasa agag sakit.

Lalu aku kembali ke kamarku untuk bersiap-siap sambil menunggu kakakku selesai mandi dan bersiap-siap. Setelah itu kami berdua langsung menuju kampus dan berbelanja untuk mencari semua keperluan yang aku butuhin untuk mosku besok.

***

Hupt capek banget rasanya setelah tadi seharian muter-muter kota Malang untuk mencari barang-barang yang kuperlukan untuk besok. Tapi seru banget hari ini.

“Rara… turun nduk, makan malam sudah siap.” Panggil budheku

“iya budhe..”

aku segera merapikan rambutku dan turun ke bawah untuk makan malam.

“lho, kak Wayan kemana budhe???” tanyaku

“masih dikamar, coba kamu panggil sana.”

“iya budhe… permisi.”

Aku segera menuju kamar kak Wayan

“tok tok tok” kuketok pintunya berkali- kali, tapi tetap saja tak ada jawaban

“hmmm… masih tidur kali ya.” Kataku dalam hati. Ku coba membuka pintunya, ternyata pintunya tidak dikunci dan aku masuk ke dalam. Betapa terkejutnya aku berada di sana. Dimana-mana terdapat fotoku dalam berbagai pose dan ukuran. Aku sama sekali tak bisa bicara dan bergerak, rasanya dunia ini berhenti berputar.

“Ra… ngapain kamu dikamarku????” tanyanya mengaggetkanku. Jujur saja, selama ini aku tak pernah masuk ke kamarnya, karena memang sudah tradisi di keluarga besar kami untuk gag masuk ke kamar orang tanpa seijin yang punya kamar.

“kak… apa maksudnya semua ini????” bukanya menjawab pertanyaannya aku malah balik bertanya padanya

“…” dia hanya diam membisu

“kak…” panggilku lagi. Aku berusaha mencari jawaban dimatanya

Dan tiba-tiba dia memelukku. Aku benar-benar kaget dibuatnya

“kak… lepasin.” Kataku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukkannya

“diamlah… biarkan seperti ini 5 menit saja.” Katanya memohon

Akhirnya aku hanya diam dalam pelukkannya. Tapi aku masih terus dan terus mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi ini. Aku benar-benar tidak mengerti sama sekali. Otakku-pun gag bisa untuk diajak berfikir.

“Ra…” kata kakakku akhirnya.

“…” Aku hanya diam saja. Aku sama sekali gag tahu harus berkata apa.

“Ra… sebenarnya dari dulu, dari waktu kita masih kecil, aku suka ama kamu, tapi aku gag pernah berani untuk mengungkapkannya. Aku takut kamu nolak aku karena kita adalah saudara. Aku udah berusaha untuk membunuh rasa ini, tapi semakin aku berusaha melupakkanmu dan membunuh rasa ini, yang ada aku semakin sayang sama kamu. Aku udah berusaha membuka hatiku untuk orang lain. Tapi aku tetap gag bisa ngelupain kamu. Aku benar-benar minta maaf atas semua ini. Seharusnya kamu gag ngeliat semua yang ada disini. Maaf karna aku udah cinta ama kamu.” Katanya sambil tetap memelukku. Tanpa sadar, aku telah menciumnya. Untuk sejenak suasana dikamar itu hening.

“Ra… apakah ini artinya kamu juga suka sama aku????” tanyanya memastikan tindakanku

Aku hanya mengangguk, karena aku tak bisa mengucapkan sepatah katapun dan seolah-olah mulutku terkunci rapat-rapat. Tanpa sadar, air mata telah membasahi pipiku. Kami berpelukan lagi, tapi kali ini kami sama-sama bahagia. Setelah itu, kami merapikan penampilan kami dan turun ke bawah untuk makan malam. Kami gag mau kalau orang rumah pada curiga karna kami berlama-lama berada di atas.

“kalian lama sekali sih.” Kata budheku setelah kami sampai di ruang makan

“kakak nie budhe, mandinya lama banget.” Kataku sambil tersenyum padanya dan mencubit pinggangnya dengan mesra

“ya sudahlah… ayo kita makan, pakdhe sudah lapar ini menunggu kalian dari tadi gag muncul-muncul” ajak pakdheku

kamipun makan sambil bersenda gurau dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Akhirnya kami berdua memutuskan untuk pacaran, tapi tentu saja kami backstreet. Karena kami tahu, semua orang di keluarga kami gag akan setuju dengan hubungan yang kami jalani saat ini.

THE END

0 comment:

Posting Komentar

jie's diary Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino